Kabar Terbaru Kesehatan Salim Wastik: Melihat video Salim Wastik yang diserang oleh dua orang berwajah tertutup saat dia sedang berbaring di sofa di kantornya yang terletak di kawasan Loni, Ghaziabad (27/01/2025), bisa membuat siapapun merasakan ketakutan. Para penyerang itu secara berulang kali menyayat leher dan perutnya menggunakan senjata tajam. Meskipun Zeeshan dan Gulfam, dua bersaudara yang terlibat dalam serangan itu, telah tewas dalam baku tembak dengan polisi, Salim Wastik masih bergantung pada alat pernapasan dan dalam pengawasan medis.
Adegan yang menyentuh hati itu
Berdasarkan rekaman kamera pengawas, pada tanggal 27 Februari, dua penjahat berpakaian helm datang ke kantor Salim. Ketika Salim meminta tempat duduk, mereka langsung menyerangnya. Penyerang itu terus menyerang sambil berteriak, "Hukuman untuk keberanian! " Salim, yang berdarah-darah, terus berteriak dan menangis, namun para penyerang yang ekstremis itu tidak menunjukkan rasa kasihan.
Perjuangan berlanjut di ruang perawatan intensif.
Salim mengalami cedera serius dan awalnya dibawa ke Rumah Sakit GTB. Dari situ, dia dirujuk ke Rumah Sakit Max di Saket. Sekarang sudah tanggal 5 Maret, dan kondisinya masih belum stabil. Karena cedera parah di banyak bagian tubuhnya, infeksi dan kehilangan darah menjadi masalah besar. Tim dokter terus memantau kondisinya 24 jam sehari.
Mengapa serangan itu terjadi?
Penyelidikan polisi mengungkap fakta penting. Salim Astitva sering mengkritik beberapa praktik dalam Islam melalui saluran YouTube dan debat di televisi, serta menyebut dirinya "mantan Muslim. " Penyelidikan polisi menunjukkan bahwa para penyerang marah terhadap pernyataan dan video yang dia buat. Serangan ini bukanlah insiden acak, melainkan sebuah rencana yang disiapkan dengan matang, dilakukan dengan helm dan senjata tajam.
Kedua saudara yang menyerang itu tewas.
Di bawah kebijakan tanpa toleransi Kepala Menteri Yogi Adityanath, Polisi UP segera mengambil tindakan. Pada tanggal 1 Maret, pelaku pertama, Zeeshan, tewas dalam baku tembak. Pada tanggal 3 Maret, saudara kedua, Gulfam, juga tewas dalam insiden baku tembak dengan polisi. Keadilan ditegakkan dalam waktu 48 jam, tetapi para korban utama masih berjuang di rumah sakit.
Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.
PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :

Posting Komentar