r0KeU5oSmyKqwKizJNrjhU8bDpDd2EMCTD9hyh6V
Bookmark

Pekerja Tebas Tangan Perampok - Brasil


Crimiunal – Upaya perampokan di sebuah supermarket berakhir dengan satu tersangka terluka dan satu tersangka lainnya ditangkap pada Kamis sore (30/04/2026), di kotamadya Anajás, wilayah Marajó, Pará. Brasil. Aksi kriminal tersebut dihentikan setelah reaksi dari karyawan tempat usaha tersebut.

Berdasarkan rekaman kamera keamanan, sekitar pukul 14.30, dua orang salah satunya remaja membobol toko dan menyandera beberapa staf. Selama perampokan, salah satu tersangka pergi ke bagian belakang supermarket, sementara rekannya pergi ke kasir.

Di tengah keributan, seorang karyawan bereaksi dan memukul salah satu tersangka di lengan dengan parang. Remaja yang terluka itu mencoba melarikan diri tetapi akhirnya berhasil ditaklukkan. Tersangka kedua dilumpuhkan oleh karyawan lain, yang juga bersenjata parang.

Polisi Militer dipanggil dan menangkap tersangka dewasa di tempat kejadian. Remaja yang ditangkap menerima perawatan medis dan dibawa ke Rumah Sakit Regional Breves.

Kepolisian Sipil melaporkan bahwa kasus tersebut sedang diselidiki oleh Kantor Polisi Anajás, yang sedang mewawancarai para saksi untuk mengklarifikasi обстоятельств percobaan perampokan tersebut.

Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.

PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :
Watch Here

4 komentar

4 komentar

Dilarang! Berkomentar Rasis
  • Bima Jaya Negara
    Bima Jaya Negara
    5 Mei 2026 pukul 06.20
    dasar biadab kenapa harus di bacok gitu coba kalau ternyata pelakunya anak dibawah umur sama aja kalian menghancurkan masa depannya!
    • Bima Jaya Negara
      Anonim
      5 Mei 2026 pukul 07.32
      namanya juga maling tolol itu uda jadi konsekuensi nya bego
    • Bima Jaya Negara
      Anonim
      5 Mei 2026 pukul 09.12
      Tolol di pelihara
    • Bima Jaya Negara
      Anonim
      5 Mei 2026 pukul 17.44
      Kalau gak mau kenapa-napa ya jangan merampok.
      Kerja yg halal kan banyak
    Reply