r0KeU5oSmyKqwKizJNrjhU8bDpDd2EMCTD9hyh6V
Bookmark

Kasus Remaja Tewas Akibat Tawuran - Bekasi


News - Pihak kepolisian meringkus tiga dari empat pelaku tawuran yang mengakibatkan seorang anak di bawah umur meninggal dunia di Underpass Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Wakapolsek Tambun Selatan AKP Kukuh Setio Utomo mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Jumat (05/06/2026) dini hari sekira pukul 02.30 WIB di Jalan Mekarsari Tengah, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan.

"Para pelaku yang berhasil diamankan berinisial NU (16), F (16), dan A (19). Sementara, satu pelaku lain berinisial B saat ini masih dalam daftar pencarian orang (DPO)," kata Kukuh dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu.

Dia menjelaskan peristiwa berdarah itu bermula ketika pelaku berinisial A mengajak kelompoknya berkumpul di sekitar Underpass Tambun untuk melakukan tawuran.

"Ajakan tersebut disetujui oleh pelaku berinisial NU dan F yang kemudian mempersenjatai diri dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit," ujar Kukuh.

Saat melihat kelompok lawan melintas, para pelaku langsung melakukan pengejaran. Korban berinisial HNW (16), yang merupakan seorang pelajar kelas IX, menjadi sasaran amukan para pelaku hingga terjatuh akibat sabetan celurit.

Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku memiliki peran masing-masing dalam menganiaya korban. Pelaku NU menyabetkan celurit ke arah kepala bagian kanan, diikuti pelaku B (DPO) yang menyabet badan korban.

Selanjutnya, pelaku A menyabet kepala sebelah kiri dan menyeret korban ke pinggir jalan, sementara pelaku F melayangkan sabetan celurit ke arah paha korban. Korban sempat dilarikan oleh petugas Polsek Tambun Selatan ke RS Bhayangkara Tk. I untuk dilakukan autopsi setelah dinyatakan meninggal dunia.

​"Pelaku NU dan F kami amankan di sekolahnya, di wilayah Bekasi Timur, sedangkan pelaku A diringkus di kediamannya, di wilayah Tambun Selatan. Kami juga menyita tiga bilah senjata tajam jenis celurit dari tangan masing-masing tersangka sebagai barang bukti," ungkap Kukuh.

​Sampai dengan saat ini, penyidik telah memeriksa tiga orang saksi terkait insiden tawuran maut tersebut, yaitu berinisial SAF, AA dan A. ​​​​​​

​Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 C UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun.

​Pihak kepolisian mengimbau kepada para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka, khususnya yang masih di bawah umur, agar terhindar dari tindak kenakalan remaja dan kekerasan jalanan yang merugikan masa depan.

Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.

PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :
45 komentar

45 komentar

Dilarang! Berkomentar Rasis
  • Anonim
    Anonim
    22 Juli 2026 pukul 14.32
    Goblok bet, manfaat tawuran buat apa gua nanya?, buat keren-kerenan atau terlihat jago. Eh gua kasi tau, lu tawuran namanya cuma mau nyari mati, "indonesia emas" 😹
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    16 Juli 2026 pukul 03.41
    mampus tolol, gausah sandiwara. kalo lo tawuran, ya itu hasilnya. gausah sok sedih goblok
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    26 Juni 2026 pukul 09.13
    Ahhh ahh ah ah
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    18 Juni 2026 pukul 21.19
    Gua yakin banget abis itu bocah yg ngebacok di dalem, apalagi keluarga korban ga trima udh mesti mati itu orng di dalem
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    18 Juni 2026 pukul 16.43
    Manfaat tawuran itu apasih? Udah miskin banyak gaya masa depan ga ada orang dongo ya emang begitu perkerjaan nya tawuran mulu kerjaan nya abis itu di upload di medsos ' basis hebat nih dek '😹 abis itu mainnya keroyokan lgi hidup lgi susah susahnya malah main kerjaan yng ga berguna dan hama, sini ya gue kasih tau lu, main tawuran itu ga ada gunanya dongo adanya merugikan orang sekitar udah berisik teriak kek orang gila hidup pun stress dasar permainan orang ga berguna udah tolol dongo lgi berisik lgi 🤣
    • Anonim
      Anonim
      18 Juni 2026 pukul 16.45
      Setuju banget bang
    • Anonim
      Anonim
      18 Juni 2026 pukul 16.46
      Ya kan biasanya yng tawuran gitu emang kebanyakan pengangguran 🤣🤣 biasanya sih kebanyakan gitu dari ras Sunda dan jawa upss😹
    • Anonim
      Pulau Hama
      19 Juni 2026 pukul 21.52
      Makanya negara ini kgk maju, pelanggar ham aja bisa jd presiden emang manusia pulau paling bawah bodoh semua
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    13 Juni 2026 pukul 16.43
    Bajin
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    11 Juni 2026 pukul 22.55
    Info cwe kalteng hehehe
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    11 Juni 2026 pukul 14.51
    sdm rendah, kaga mikirin orang tua begitu tuh, kasian ortu lu dongo
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    11 Juni 2026 pukul 07.12
    Sundaa sundaa
    • Anonim
      Anonim
      11 Juni 2026 pukul 08.38
      Negara hancur dipimpin JAWA HAMA
    • Anonim
      Anonim
      15 Juni 2026 pukul 09.56
      Versi bocil tawuran, versi dewasa carok tapi budaya madura
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    10 Juni 2026 pukul 21.22
    Jamet kuproy sdm rendah mereka semua itu.
    Udah miskin ,muka burik, tukang bunuh dan keroyokan lagi hadeh lengkap sudah paket komplit.
    Kasian mak bapak nya melihara anak tolol hahah
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    10 Juni 2026 pukul 18.19
    Yah sia sia hidup lu dek
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    9 Juni 2026 pukul 20.33
    Ehh ngentottt yuu
    • Anonim
      Anonim
      9 Juni 2026 pukul 22.30
      Ayok sini
    • Anonim
      Anonim
      9 Juni 2026 pukul 22.58
      Kirim wa bang ayok main
    • Anonim
      Anonim
      18 Juni 2026 pukul 10.01
      sini sama abang
    • Anonim
      Anonim
      6 Juli 2026 pukul 23.38
      LU LGBT? HAMA SI
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    9 Juni 2026 pukul 18.41
    begini jika pemerintah hanya fokusnya pada MBG, bukannya meningkatkan kualitas pendidikan
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    8 Juni 2026 pukul 19.44
    kristot
    • Anonim
      Anonim
      9 Juni 2026 pukul 12.49
      Jasjoes pecinta ludah yahodi, dan kaum oten semakin tersesat
    Reply
  • Profesor memek jago ekonomi
    Profesor memek jago ekonomi
    8 Juni 2026 pukul 06.40
    bisa gak yg ikut tawuran mematikan jangan sdm rendah mulu sekali-kali pejabat dan presiden kek ikutan jg biar gacor ihsg naik dan rupiah menguat
    • Profesor memek jago ekonomi
      Anonim
      8 Juni 2026 pukul 19.15
      mana bisa itu kan hobinya orang miskin, gak tawuran gak makan
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    8 Juni 2026 pukul 05.01
    woy admin kontol request bayi yang dibuang di depok dong gw cari kemana mana ga ada
    • Anonim
      Anonim
      8 Juni 2026 pukul 06.38
      kalau bukan donatur! dilarang mengatur! dasar anak pelacur!
    • Anonim
      Anonim
      10 Juni 2026 pukul 01.51
      Gitukah cara meminta?
    • Anonim
      Anonim
      26 Juni 2026 pukul 09.12
      Pasti mama nya lonte
    • Anonim
      Anonim
      27 Juni 2026 pukul 19.11
      Apaan sih njing gitu aja dipermasalahkan, si adminnya aja juga suka ngegas kok 😂
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    7 Juni 2026 pukul 19.20
    inilah kelakuan umat icelamp si paling surga itu
    • Anonim
      Anonim
      7 Juni 2026 pukul 20.01
      Maksudnya apa ya kok bawa² Agama?
    • Anonim
      Anonim
      8 Juni 2026 pukul 10.56
      Diem aju ytim klo gtau apa apa bawa2 agama surga lagi, stres lu ank djjal
    • Anonim
      Anonim
      9 Juni 2026 pukul 10.19
      Ateis yatim nggak punya temen malah caper disini tolol
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    7 Juni 2026 pukul 18.35
    yahahaha mampus dasar miskin, orang miskin hobinya emang nyusahin, pantes hidupnya miskin terus
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    7 Juni 2026 pukul 18.22
    Eaaaaaa matiiiiii , gobloggggg ujar geng sebelah, sia2 hidupnya d usia muda dan masih duduk d bangku sekolah
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    7 Juni 2026 pukul 17.37
    Bjirrr geng gw masuk berita sini derrr, otw nyari musuh lagi wooook
    • Anonim
      Anonim
      7 Juni 2026 pukul 17.41
      geng kacung tolol
    • Anonim
      Anonim
      7 Juni 2026 pukul 18.17
      Bagus lanjutkan nak, biar hama seperti klean berkurang tidak membebani negara makasih yaa
    • Anonim
      Anonim
      7 Juni 2026 pukul 23.50
      Lanjutkan!
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    7 Juni 2026 pukul 17.14
    Bocah2 JABODETABEK gada yg berani byone tangan kosong kali ya, ga kaya orang2 timur, tangan kosong dong
    • Anonim
      Anonim
      10 Juni 2026 pukul 00.08
      Org timur disini jg berani nya keroyokan woi hahahahah. Pengecut
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    7 Juni 2026 pukul 17.11
    gada video korban nya min?
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    7 Juni 2026 pukul 17.11
    gada video korban nya?
    Reply