r0KeU5oSmyKqwKizJNrjhU8bDpDd2EMCTD9hyh6V
Bookmark

Brutal! Di Pisah-pisah saat Masih Hidup - Meksiko


Criminal - La Chapiza menangkap seorang pembelot yang melarikan diri ke geng saingan dan memutilasinya hidup-hidup sebelum meninggalkan tubuhnya yang terpotong-potong di dalam sebuah kotak. Meksiko, Agustus 2026.

Pengkhianatan Sang Pengintai
Malam itu, seorang pria yang ditangkap oleh kelompok bersenjata duduk dalam keadaan tertekan. Di hadapannya berdiri seorang interogator yang terus menuntut jawaban mengenai keterlibatannya dengan kelompok yang mereka sebut sebagai “Los 00s” dan seorang tokoh bernama “El Joker.”

“Siapa yang kau bantu dari kelompok 00s?” tanya sang interogator.

Pria itu menjawab dengan suara terbata-bata bahwa tugasnya adalah membantu memasukkan orang-orang ke suatu wilayah. Menurut pengakuannya, mereka disebut datang untuk melakukan serangan terhadap warga sipil.

“Siapa tepatnya?”

“El Joker.”

“Di mana aku bisa menemukannya?”

“Di Dima… Estación Dimas.”

Interogator kemudian menanyakan mengapa El Joker dan kelompoknya tidak turun langsung menghadapi mereka. Pria itu mengatakan bahwa mereka dianggap pengecut dan lebih sering mengandalkan serangan menggunakan drone daripada berhadapan langsung.

Pria tersebut kemudian mengaku bahwa perannya bukan sebagai petarung utama. Ia bertugas sebagai pengintai, mengawasi wilayah dan memberikan informasi mengenai pergerakan orang-orang di dalamnya.

“Aku hanya melakukan pengintaian di seluruh wilayah, ke mana pun mereka pergi, Pak,” katanya.

Menurut pengakuannya, ia bekerja bersama tiga orang lainnya yang dikenal dengan julukan El Moreno, El Mirri, dan El Beto.

Ia juga menjelaskan kendaraan yang digunakan orang-orang yang dibawanya masuk ke wilayah tersebut. Beberapa di antaranya disebut berupa sepeda motor Pulsar berwarna hitam dan putih, sebuah Sentra, Versa putih, serta Kia berwarna abu-abu. Ia mengatakan sejumlah orang mengenakan pakaian hitam dan penutup kepala.

Interogator kemudian bertanya mengenai tempat persembunyian mereka.

Pria itu menyebut kawasan sekitar El Charco, El Habal, serta sebuah gerbang tol di bagian utara. Menurutnya, orang-orang tersebut dapat menghilang dari satu lokasi dan kemudian muncul kembali menggunakan sepeda motor dari arah lain.

Pertanyaan kemudian beralih kepada alasan mengapa ia berbalik membantu pihak lawan.

“Kenapa kau menggigit tangan yang selama ini memberimu makan?”

Pria itu terdiam sebelum menjawab.

“Karena saya bodoh, Pak. Karena kebodohan saya sendiri.”

Interogator terus menekannya. Apakah selama bekerja ia kekurangan uang? Apakah seragamnya tidak diberikan? Bagaimana dengan makanan?

Semua pertanyaan itu dijawab dengan satu kata: tidak.

Ia mengakui bahwa kebutuhan dasarnya selama bekerja sebenarnya terpenuhi. Namun, ia tetap memilih memberikan informasi kepada pihak lain.

“Kenapa kau berkhianat?”

“Karena saya… orang yang buruk, Pak.”

Ketika ditanya mengenai sebuah rompi taktis, ia mengatakan bahwa perlengkapan tersebut ditujukan untuk seseorang yang disebut Mr. 21.

Kemudian muncul pertanyaan yang lebih serius.

“Kenapa kau ada di sini?”

Pria tersebut mengaku bahwa ia telah memberikan informasi kepada pihak yang mereka sebut sebagai “pigs”. Ia mengatakan telah melakukan pengintaian sebanyak tiga kali untuk mereka.

Ia menyebut beberapa lokasi, termasuk Medio Chico, Maquinitas, Gate 10, serta jalur menuju gerbang tol bagian utara.

“Siapa sebenarnya yang kau bantu?”

“El Joker. Kelompok 00s.”

“Di mana dia?”

“Di Dima. Estación Dimas.”

Jawaban tersebut kembali diikuti pertanyaan mengenai alasan kelompok itu tidak datang secara terbuka. Pria tersebut kembali mengatakan bahwa mereka lebih mengandalkan serangan drone.

Interogator lalu bertanya mengenai bayaran yang diterimanya.

“Berapa mereka membayarmu?”

“Tidak ada. Mereka tidak membayar saya untuk tiga pekerjaan itu.”

Menurut pengakuannya, tugasnya adalah membantu membawa orang-orang masuk ke wilayah tertentu agar mereka dapat berpatroli dan bergerak di sana.

“Untuk tujuan apa?”

Pria itu menjawab bahwa tujuan mereka, menurut apa yang diketahuinya, adalah menyerang dan membunuh orang-orang yang tidak terlibat.

Suasana kemudian berubah semakin tegang.

Interogator menegaskan bahwa wilayah tersebut hanya memiliki satu penguasa dan menyebut nama Joaquín “El Chapo” Guzmán dalam ancaman yang ditujukan kepada para pengkhianat.

Pria yang diinterogasi mulai memohon.

“Tidak, Pak… tolong, Pak. Jangan…”

Interogator terus meneriakinya dan mempertanyakan apa yang akan digunakannya untuk melakukan pengintaian setelah itu.

“Sekarang kau akan mengintai dengan apa?”

Pria tersebut kembali memohon agar dirinya tidak disakiti.

Sang interogator kemudian mengeluarkan ancaman terakhir kepada orang-orang yang dianggap berkhianat. Ia mengatakan bahwa kelompok Chapiza masih akan bertahan dan menuduh para pengkhianat telah menyebabkan kematian anggota kelompok mereka.

Beberapa saat kemudian, suara orang lain terdengar dari latar belakang.

“Dia sudah mati?”

“Masih hidup atau tidak?”

“Dia sudah mati, atau belum?”

Rekaman kemudian berakhir.

Catatan: Percakapan ini merupakan versi naratif dari transkrip yang diberikan. Identitas, lokasi, serta tuduhan yang muncul dalam dialog tidak dapat dianggap sebagai fakta yang telah diverifikasi hanya berdasarkan rekaman tersebut. Istilah seperti “Chapiza”, “Los 00s”, “El Joker”, dan “Mr. 21” juga dipertahankan sebagai sebutan dalam percakapan, bukan sebagai konfirmasi mengenai identitas atau keterlibatan seseorang.

Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.

PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :
1 komentar

1 komentar

Dilarang! Berkomentar Rasis
  • Anonim
    Anonim
    15 Agustus 2026 pukul 08.26
    buset kirain meksiko udah aman dari industri perkatelan narkoboy semenjak el mencho syahid dan pildun sukses digelar disana, ternyata gak abis abis
    Reply