r0KeU5oSmyKqwKizJNrjhU8bDpDd2EMCTD9hyh6V
Bookmark

Susy Aponte Polo Tewas Ditembak Saat Kampanye di Pasar Caraz, 3 Orang Ditahan


Criminal – Jurnalis sekaligus calon Gubernur Regional Áncash, Susy Isabel Aponte Polo, tewas setelah ditembak saat menjalani kegiatan kampanye di sebuah pasar di Kota Caraz, Provinsi Huaylas, Áncash, Peru, pada Sabtu, 19 September 2026.

Aponte Polo, yang dikenal dengan julukan “La China Polo”, sedang melakukan aktivitas politik bersama anggota tim kampanyenya ketika seorang pria mendekat dan melepaskan tembakan. Serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah orang lain mengalami luka akibat peluru.

Susy Aponte Polo Ditembak Saat Kegiatan Kampanye
Menurut laporan kepolisian yang dikutip media Peru, penembakan terjadi sekitar pukul 12.40 waktu setempat di kawasan Avenida Ramón Castilla, dekat Pasar Caraz dan kawasan La Explanada.

Aponte Polo ketika itu sedang menjalankan kegiatan kampanye untuk pemilihan gubernur regional Áncash melalui gerakan politik Socios por Áncash. Ia kemudian menjadi sasaran tembakan seorang pria.

Aponte Polo sempat dibawa ke Rumah Sakit San Juan de Dios de Caraz setelah terkena tembakan. Namun, ia akhirnya meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.

Laporan mengenai jumlah korban luka sempat berbeda pada tahap awal. Informasi kepolisian yang kemudian dikutip media Peru menyebut lima orang lainnya mengalami luka akibat proyektil dan mendapatkan perawatan medis.

Polisi Tangkap Pria yang Diduga Sebagai Pelaku
Setelah penembakan, aparat kepolisian melakukan pengejaran terhadap orang yang diduga terlibat.

Polisi kemudian menangkap seorang warga negara Venezuela berinisial L.I.O.D., 30 tahun, yang disebut sebagai tersangka pelaku penembakan. Dalam penangkapan tersebut, polisi juga menyita sebuah senjata api yang akan diperiksa untuk mengetahui keterkaitannya dengan serangan terhadap Aponte Polo. 

Penyelidikan kemudian berkembang. Jaksa Agung Peru, Tomás Gálvez, mengatakan bahwa tiga orang telah ditahan terkait kasus tersebut. Mereka diduga mencakup orang yang diduga sebagai pelaku penembakan, seseorang yang diduga berperan sebagai pembiaya, serta orang lain yang diduga membantu transportasi pelaku.)

Pengadilan juga kemudian memerintahkan penahanan sementara selama 15 hari terhadap dua tersangka dalam penyelidikan kasus tersebut.

Polisi dan Jaksa Selidiki Siapa di Balik Penembakan
Penyidik masih berusaha mengungkap siapa yang merencanakan serangan dan apa motif pembunuhan tersebut.

Kejaksaan Peru menyelidiki perkara itu sebagai dugaan sicariato, istilah yang digunakan untuk pembunuhan yang diduga dilakukan sebagai pembunuhan berbayar. Penyidik memeriksa rekaman kamera pengawas, keterangan para saksi dan korban luka, serta barang bukti yang ditemukan dari tersangka.

Jaksa Agung Tomás Gálvez juga mengatakan bahwa terdapat sejumlah hipotesis yang sedang dikembangkan untuk mengidentifikasi pihak yang diduga memerintahkan pembunuhan tersebut. Namun, pihak berwenang belum mengungkap motif atau dalang secara definitif karena penyelidikan masih berlangsung.

Sebelumnya Mengaku Mendapat Ancaman
Kasus tersebut mendapat perhatian luas karena Aponte Polo sebelumnya dilaporkan pernah menyampaikan kekhawatiran mengenai ancaman terhadap dirinya.

Selain sebagai kandidat gubernur regional, Aponte Polo dikenal sebagai jurnalis dan pengelola program digital China Polo Dominical. Ia sebelumnya membuat sejumlah pernyataan publik mengenai dugaan ancaman terhadap dirinya.

Namun, aparat masih harus membuktikan apakah ancaman tersebut memiliki hubungan langsung dengan pembunuhan yang terjadi di Caraz. Hingga perkembangan penyelidikan terbaru, pihak berwenang belum menetapkan secara terbuka motif final maupun pihak yang memerintahkan serangan tersebut.

Kasus pembunuhan Susy Aponte Polo kini masih dalam penyelidikan kepolisian dan kejaksaan Peru. Tiga orang telah ditahan dalam perkara tersebut, sementara penyidik terus menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain serta motif di balik serangan.

Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.

PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :
0

Posting Komentar

Dilarang! Berkomentar Rasis