NS, yang diduga menjadi korban KDRT yang dilakukan oleh ibu tirinya, sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang mendalam. Namun, luka-luka serius di seluruh tubuhnya membuat nyawanya tidak bisa diselamatkan.
Kabar sedih menyebar di Kampung Leuwinanggung, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, saat jenazah anak laki-laki yang berstatus santri itu tiba di kampungnya dalam keadaan sudah meninggal, pada Jumat dinihari (20/2/2026).
Dari informasi yang beredar, korban diduga mengalami penyiksaan fisik yang sangat kejam, seperti dipukuli dan dipaksa untuk meminum air yang sangat panas.
Kini, pihak kepolisian sedang menyelidiki kasus ini untuk menemukan kronologi yang jelas dan alasan di balik tindakan yang sangat tidak manusiawi tersebut. Penyebab kematian NS masih perlu menunggu hasil uji laboratorium setelah proses autopsi selesai.
Anwar Satibi (38), ayah NS, menyatakan bahwa anaknya sudah pernah mengalami KDRT oleh ibu tirinya pada tahun 2025.
"Ini (KDRT) sudah pernah terjadi sebelumnya, hanya saja diselesaikan dengan mediasi. Dia (istri Anwar) meminta kepada saya untuk tidak melapor, berjanji akan tobat. Akhirnya ada perdamaian. Sebenarnya laporan saya di polres masih ada," ungkap Anwar.
Anwar juga menjelaskan bahwa saat ini ia sedang mencari kejelasan mengenai penyebab kematian anaknya.m Luka-luka yang mirip bekas bakar di seluruh tubuh korban menjadi indikasi bahwa NS mengalami kekerasan dalam rumah tangga dari ibu tirinya.
"Saya mendesak untuk dilakukan autopsi. Intinya saya tidak ingin menuduh atau memfitnah, tapi ingin memastikan kebenarannya," tegasnya.
Luangkan waktu sebentar, mari kita do'a kan untuk almarhum agar diterima di sisi-Nya, serta untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi masa duka.
Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.
PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :
https://qu.ax/pyfEx (korban)

4 komentar