Korban diketahui bernama ZMA (15), seorang siswa dari sekolah menengah pertama (SMP) yang berasal dari Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Kapolsek Pesantren, Kompol Siswandi, menjelaskan bahwa mayat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia karena bunuh diri.
Menurut informasi dari kepolisian, korban sebelumnya sudah dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah pergi dari rumah tanpa memberi tahu selama dua hari sebelum kejadian tragis ini diketahui.
Kronologi Penemuan Jenazah
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Sulastri yang berencana untuk memasak di dapur masjid. Saat ingin mengambil panci untuk mendidihkan air, dia melihat bayangan hitam menggantung di kayu penyangga atap gudang masjid yang gelap.
Karena merasa takut, Sulastri memanggil temannya, Karyawati, untuk memeriksa apa yang dilihatnya. Setelah mereka berdua memeriksanya, mereka terkejut menemukan seorang remaja tergeletak tidak bernyawa. Penemuan ini segera dilaporkan kepada jamaah di masjid dan dilanjutkan kepada Bhabinkamtibmas serta Polsek Pesantren.
Hasil Olah TKP dan Dugaan Motif
Tim Identifikasi dari Polres Kediri Kota yang tiba di tempat kejadian langsung melakukan pemeriksaan di lokasi. Dari pemeriksaan awal, polisi melaporkan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
"Dari hasil olah TKP, ditarik kesimpulan bahwa ini adalah kasus bunuh diri yang murni. Tidak ditemukan luka akibat tindak kekerasan, baik yang disebabkan benda tumpul atau tajam. Simpul tali dan bekas di leher sesuai dengan tali yang dipakai," ungkap Kompol Siswandi.
Di tempat kejadian, petugas juga menemukan selembar kertas berisi pesan emosional atau “surat cinta” untuk seorang gadis bernama Najwa. Teman korban menyatakan bahwa Najwa adalah teman dekatnya.
Latar Belakang dan Respons Keluarga
Menurut penjelasan keluarga, Micky tinggal bersama keluarganya (sepupu ibu dari pihak wali) setelah orang tuanya bercerai. Sebelum menghilang, dia diketahui sempat ditegur oleh ibunya karena menggunakan kata-kata kasar dalam pesan di WhatsApp.
Keluarga mengaku menerima kejadian ini sebagai cobaan dan menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazahnya.
"Keluarga sudah menandatangani surat pernyataan untuk tidak menuntut di kemudian hari dan menerima kejadian ini dengan lapang dada," tambah Kapolsek.
Jenazah pun diserahkan kepada keluarganya untuk diurus proses pemakamannya.
Peringatan ! dilarang keras untuk meniru aksi ini dimanapun anda berada, bila anda merasa depresi cobalah pergilah ke pisikiater / pisikolog untuk mengobatinnya, sekali lagi informasi ini tidak ditujukan untuk melakukan hal tersebut.
Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.
PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :


11 komentar