Iptu Azel Arisandi, yang menjabat sebagai Kanitreskrim di Polsek Denpasar Selatan, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menyelidiki alasan di balik kejadian ini. Namun, dari penelusuran yang ada, belum ditemukan indikasi adanya bullying.
"Kami masih mencari tahu motivasi di balik ini, namun jelas tidak ada indikasi bullying," kata Azel kepada detikBali pada Selasa (21/04/2026).
Peristiwa tersebut berlangsung di sisi timur Pasar Desa Serangan, Jalan Tukad Penataran, pada hari Minggu (19/04/2026). Menurut informasi dari saksi, banyak orang berkumpul setelah menyaksikan anak perempuan itu terjatuh dari lantai tiga pasar.
Orang tua dari korban, MK yang berusia 40 tahun, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, anaknya sedang merayakan ulang tahun dengan lima orang temannya. Saat itu, mereka merekam video saat menari di tempat kejadian.
"Korban dengan teman-temannya sedang membuat video, kemudian tiba-tiba ia berlari dan melompat dari lantai tiga," tambah Azel.
Setelah melompat dari lantai tiga, korban sempat tidak sadar dan menderita patah tulang di kedua kakinya dan tangan kanan. Korban segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Saat ini, kabar terakhir menyebutkan bahwa korban sudah sadar setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu kenapa korban nekat melompat.
Sementara itu, Desa Adat Serangan mengadakan upacara pecaruan rsi gana di lokasi kejadian pada hari Selasa (21/04/2026). Upacara ini dilakukan oleh umat Hindu di Bali untuk membersihkan dan menyucikan energi di sekitar pasar setelah insiden tersebut.
Peringatan ! dilarang keras untuk meniru aksi ini dimanapun anda berada, bila anda merasa depresi cobalah pergilah ke pisikiater / pisikolog untuk mengobatinnya, sekali lagi informasi ini tidak ditujukan untuk melakukan hal tersebut.
Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.
PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :


13 komentar