Dalam video tersebut, terlihat truk trailer yang berwarna merah bergerak dengan cepat. Di sisi kirinya, dua sepeda motor tampak melaju bersamaan. Namun, saat sampai di lokasi kejadian, sebuah motor yang dikendarai oleh seorang pria berpakaian kaus hijau dan membawa karung di belakangnya tiba-tiba muncul dari sebuah gang.
Akibatnya, dua pengendara motor yang berada di dekat truk trailer terkejut dan terjatuh karena jaraknya yang sangat dekat. Tragisnya, salah satu motor yang jatuh tepat di bawah truk dan segera terlindas.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Putu Darius Pradnyana, saat dihubungi mengonfirmasi keberadaan video itu. Dia menyatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pada hari Jumat (24/04/2026) sekitar pukul 16. 10 WIB.
Korban yang meninggal dunia adalah seorang wanita dengan inisial SS yang berasal dari Desa Rowomarto, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Saat kecelakaan, korban sedang dibonceng oleh anaknya yang berinisial CD menggunakan motor Honda BeAT dengan nomor polisi AG 6001 VAY.
“Korban (SS) dinyatakan meninggal di lokasi kejadian,” ungkap Putu pada hari Sabtu (25/04/2026).
Putu juga menambahkan bahwa korban meninggal akibat sejumlah luka di tubuhnya, termasuk luka terbuka di lengan kiri, serta paha kanan dan kiri, dan juga di kepala. Sementara itu, anak korban hanya mengalami nyeri di pinggang kanan dan dalam keadaan sadar.
Putu menjelaskan bahwa kecelakaan ini terjadi karena pengendara motor kurang fokus dan tidak menjaga jarak aman saat berkendara. Hal ini mengakibatkan korban terlindas oleh truk trailer Hino dengan nomor polisi AB 8022 IT yang dikemudikan oleh H, seorang pengemudi dari Diwek, Jombang.
“Kami mengingatkan semua pengguna jalan untuk selalu berkendara dengan memperhatikan konsentrasi dan menjaga jarak aman agar tidak terjadi kecelakaan serupa,” tutup Putu
Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.
PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :

21 komentar
“Kami mengingatkan semua pengguna jalan untuk selalu berkendara dengan memperhatikan konsentrasi dan menjaga jarak aman agar tidak terjadi kecelakaan serupa,” tutup Putu.
NOH YANG SALAH JELAS KORBAN KARENA GAK JAGA JARAK AMAN NGERTI GAK LO PADA, JANGAN2 LO SEMUA DPT SIM KARENA NYOGOK SATT
Kalo mau dibebankan kesalahan nya 70% salah si Bapak Tua, 30% salah mereka berdua yang beriringan. Kenapa? Karena pernah ada Case seperti ini bedanya gak ada yang motong jalan, malah mereka beriringan yang satu kagok sehingga terlindas lah tuh pala.
Salam dari Pulici Embun