r0KeU5oSmyKqwKizJNrjhU8bDpDd2EMCTD9hyh6V
Bookmark

Kasus Pembunuhan Pasutri - Sumbawa


News - Peristiwa tragis dan menggemparkan warga Raberas terjadi pada Minggu dini hari, (24/05/2026), sekitar pukul 01.00 WITA, dimana sepasang suami istri, Rahman Nur,(64) dan Siti Hajar,(62), warga RT 03/010 Raberas, Kelurahan Seketeng Sumbawa ditemukan tewas bersimbah darah dalam kamar rumahnya. Kedua korban ditemukan oleh cucunya, Restu. Pelaku diduga adalah teman Restu, H, warga Desa Ai Mual, Kecamatan Lantung, yang ikut menginap di rumah korban.

Kapolres Sumbawa, AKBP, Marieta Dwi Ardhini, SH,SIK, melalui Kapolsek Sumbawa, Iptu Pol.Rohmat Rondhi membenarkan peristiwa tersebut.

Dijelaskan Kapolsek, Pada pukul 01.00 Wita Kejadian berawal dari Cucu korban An. Restu posisi sedang bersama terduga pelaku H, di salah satu kamar di dalam rumah korban kemudian cucu korban keluar rumah dengan maksud ingin mengambil cas hp di rumah temannya.

Lalu setelah mengambil cas setibanya cucu korban Restu bersama temannya Reza dirumah korban kemudian keduanya mencari terduga pelaku dan mempergoki terduga pelaku di dalam kamar mandi yang posisi kamar mandi tersebut berada diluar rumah sedang membersihkan bercak darah yang menempel di baju (Hoodie).
(pelaku)
Setelah di pergoki, terduga pelaku melarikan diri, kemudian dilakukan pengejaran oleh Restu dan Reza, namun terduga pelaku tidak ditemukan.

Selanjutnya Restu kembali ke rumah korban dan melihat kondisi kedua korban telah terkapar bersimbah darah yang kemudian cucu korban melaporkan kejadian ke pihak kepolisian.

“Pukul 02.30 Wita Kasat Reskrim, Kapolsek Sumbawa, Pamapta Polres Sumbawa, Piket Fungsi Polres Sumbawa dan Anggota Piket Polsek Sumbawa mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah TKP, Pukul 05.17 Wita, kerban langsung di bawa menuju RSUD Kab. Sumbawa menggunakan ambulan guna dilakukan penanganan lebih lanjut,” Jelas Kapolsek.

Ditambahkan Kapolsek, kejadian tersebut terjadi diduga berawal dari percobaan pencurian dikarenakan kondisi lemari dirumah korban dalam posisi berantakan. Terduga pelaku merupakan teman dari cucu korban yang dimana sebelum kejadian terduga pelaku berada di salah satu kamar rumah korban bersama dengan cucu korban.

” Saat ini kedua saksi Restu (cucu korban) dan Reza yang merupakan teman cucu korban saat ini telah diamankan di Sat Reskrim Polres Sumbawa guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Keberadaan terduga pelaku sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh Sat Reskrim Polres Sumbawa.
Pelarian terduga pelaku tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan sepasang lansia meninggal dunia di Lingkungan Raberas, Kelurahan Seketeng, akhirnya terhenti. Pelaku berinisial H (17) asal Kecamatan Lantung berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Alas saat berada di Dusun Tengkal, Desa Dalam, Kecamatan Alas, Minggu pagi (24/05/2026).

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra, S.Tr.K., S.I.K., mengonfirmasi bahwa penangkapan H dilakukan setelah adanya koordinasi intensif antara Unit Pidum Sat Reskrim Polres Sumbawa dan Unit Reskrim Polsek Alas.

“Penangkapan berawal dari laporan Kepala Dusun Tengkal kepada Polsek Alas pada pukul 05.15 WITA terkait adanya dugaan tindak pidana pencurian. Warga setempat mencurigai gerak-gerik pelaku yang meninggalkan satu unit sepeda motor Honda Beat dengan Nopol EA 3719 EE di tengah jalan.” ujar Kasat Reskrim.

Sekitar pukul 06.30 WITA, pelaku kembali ke Dusun Tengkal dan segera diamankan oleh Kepala Dusun setempat sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian. Petugas piket Polsek Alas yang menerima informasi tersebut segera meluncur ke lokasi dan membawa terduga pelaku ke Mako Polsek Alas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil interogasi awal, terduga pelaku H mengakui bahwa dirinya bukanlah pelaku pencurian di Alas, melainkan sedang dalam pelarian setelah melakukan tindak pidana penganiayaan di Lingkungan Raberas, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, yang mengakibatkan dua orang korban meninggal dunia.

Pelaku menjelaskan bahwa ia melarikan diri ke arah Kecamatan Alas menggunakan sepeda motor, namun kendaraannya mogok karena kehabisan bensin. Karena tidak mengenal wilayah tersebut dan merasa panik saat diteriaki warga sebagai maling, pelaku kemudian berusaha mencari pertolongan ke rumah warga hingga akhirnya diamankan oleh perangkat desa setempat.
“Setelah dilakukan pendalaman dan koordinasi antara Unit Reskrim Polsek Alas dengan Unit Pidum Sat Reskrim Polres Sumbawa, dipastikan bahwa terduga pelaku H adalah terduga pelaku penganiayaan berat yang menyebabkan dua korban lansia di Raberas meninggal dunia,” tegas AKP Dwi Kurniawan.

Saat ini, terduga pelaku telah dibawa ke Mako Polres Sumbawa untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian tengah mendalami motif dan detail kejadian guna melengkapi berkas perkara sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, Peristiwa tragis dan menggemparkan warga Raberas terjadi pada Minggu dini hari, (24/5), sekitar pukul 01.00 WITA, dimana sepasang suami istri, Rahman Nur,(64) dan Siti Hajar,(62), warga RT 03/010 Raberas, Kelurahan Seketeng Sumbawa ditemukan tewas bersimbah darah dalam kamar rumahnya. Kedua korban ditemukan oleh cucunya, Restu. Pelaku diduga adalah teman Restu, H, warga Ai Mual, Kecamatan Lantung, yang ikut menginap di rumah korban.

Luangkan waktu sebentar, mari kita do'a kan untuk almarhum & almarhumah agar diterima di sisi-Nya, serta untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi masa duka.

Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.

PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :
33

33 komentar

Dilarang! Berkomentar Rasis
  • Anonim
    Anonim
    4 Juni 2026 pukul 20.39
    Orang bangsat kayak gini yang bikin gw pengen jadi dexter
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    1 Juni 2026 pukul 16.26
    Ngeri jir 🗿✌🏻
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    30 Mei 2026 pukul 20.11
    ngeri bngt sampe kayak kepelintir gitu mukanya
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    27 Mei 2026 pukul 08.44
    Muka kek kontol mata sipit sebelah, gk seru gak diamuk masa
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    26 Mei 2026 pukul 13.08
    Nyawa harus dibalas nyawa, bodo amat bawah umur
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    25 Mei 2026 pukul 20.55
    ya allah ampe rumuk getu mukanya itu mah pke benda tumpul dipukul sekenceng2nya
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    25 Mei 2026 pukul 20.30
    anjg,itu dihajar make apa jir ampe gitu
    • Anonim
      Anonim
      27 Mei 2026 pukul 18.13
      Kayaknya benda tumpul bang
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    25 Mei 2026 pukul 19.50
    Mirip kasus remaja yg d luar negeri kemarin gak sih yg ngebunuh keluarga nya pake palu
    • Anonim
      Anonim
      30 Mei 2026 pukul 11.51
      Iya yang ngebunuh kakek neneknya itu kah? Orang kayak gitu harusnya dihukum mati. Dipasung juga boleh.
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    25 Mei 2026 pukul 19.48
    Min pembacokan korban pocong dong
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    25 Mei 2026 pukul 18.58
    Kasian banget sama kakek neneknya.. Sampe remuk gitu mukanya.... Bocah kwnnntttllll idiiootttt... Setan aja minder liat kelakuan lu bgsddd
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    25 Mei 2026 pukul 18.04
    Min banyakin gore india dong min jangan Brazil/meksiko mulu
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    25 Mei 2026 pukul 13.43
    Sekali sekali post bokp min
    • Anonim
      Anonim
      25 Mei 2026 pukul 14.30
      Web Gore di suruh post bokp
    • Anonim
      Anonim
      25 Mei 2026 pukul 19.26
      wkwkw
    • Anonim
      Anonim
      25 Mei 2026 pukul 20.19
      kocok terus tuh batang
    • Anonim
      Anonim
      25 Mei 2026 pukul 20.45
      Kocok aja tuh batang pake video yang ada 😹
    • Anonim
      Anonim
      5 Juni 2026 pukul 00.31
      Lu pao sumpah wkk
    • Anonim
      Anonim
      7 Juni 2026 pukul 17.25
      Tolol wkwk
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    25 Mei 2026 pukul 13.16
    Kalo gw cucunya behh bakalan jadi dendam seumur hidup gw tuh
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    25 Mei 2026 pukul 12.48
    Emng kwontl anak sial bgstt
    Harus diberikan hukuman lebih parah
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    25 Mei 2026 pukul 10.34
    pelakunya masih muda sebaiknya dimaafkan saja dia masih punya cita-cita yang harus diraih semoga pemda setempat bisa beri dia beasiswa sampai lulus kuliah mari memanusiakan manusia :D
    • Anonim
      Anonim
      25 Mei 2026 pukul 12.48
      Goblokk
    • Anonim
      Adrian Simatupang
      25 Mei 2026 pukul 13.03
      Setuju bang mau mah kasih hukum apapun nyawa tuh orang mati gak bakal bisa hidup lagi mending damai aja
    • Anonim
      Anonim
      25 Mei 2026 pukul 21.47
      Lu udah tolol jangan tambah tolol
    • Anonim
      Anonim
      26 Mei 2026 pukul 13.10
      Yg ditinggal gimana? Mikir kontol
    • Anonim
      Anonim
      27 Mei 2026 pukul 13.36
      Klo itu posisi keluarga lu yg di gituin gmn? Maafin aja?
    • Anonim
      Anonim
      1 Juni 2026 pukul 14.12
      LUH AJA SINI GUA MATIIN KONTOL
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    25 Mei 2026 pukul 10.08
    Bocah otak kontol, geprok pala nya , gantian
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    25 Mei 2026 pukul 09.49
    YAHAHAHA MISKIN MISKIN UDAH MISKIN NYUSAHIN, PANTES AJA LO MISKIN GBLOK OTAK MALING KONTOL
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    25 Mei 2026 pukul 08.42
    astaghfirullah, kok ada ya manusia yg kelakuannya ngelebihin iblis, tega banget sumpah. dasar anak anjing goblok kontol, semoga lu mati langsung masuk neraka anjing, muka udh kaya kontol sifatnya juga kaya kontol, anak haram memek tau, muka lu kaya goblin jahat bener
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    25 Mei 2026 pukul 08.18
    diapain itu dah sampe remek begitu, sakit sakit bocah kontol
    Reply