Tidak ada kesedihan yang lebih dalam daripada harus melepas kepergian anak tersayang, terutama saat orang tua sedang berjuang di perantauan, bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga di kampung halaman.
Peristiwa tragis ini terjadi di Desa Hilina'a, Kecamatan Alasa Talu Muzoi, Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara. Hal ini diposting oleh Lilis Sinurat di akun Facebooknya pada Minggu, (17 05/2026).
Seorang siswi SMK yang dilaporkan hilang sejak Rabu, (13/05/2026). Pagi itu, ia pergi ke sekolah dengan penuh semangat, tetapi hingga waktu pulang, ia tidak kembali ke rumah.
Doa dan harapan agar ia selamat terus dipanjatkan. Namun sayang, nasib berkata lain. Pada Jumat sore, 15 Mei 2026, harapan itu harus runtuh.
Jenazahnya ditemukan tak bernyawa di dalam sungai. Sungai yang setiap hari ia lewati dengan ceria saat pergi dan pulang dari sekolah.
Kehidupan gadis muda ini ternyata penuh tantangan. Ia berasal dari keluarga yang tidak mampu. Kematian seorang siswi SMK di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, menyisakan pertanyaan. Korban yang sebelumnya hilang selama dua hari ditemukan meninggal di aliran sungai kecil. Korban tersebut berinisial AJZ (17), seorang pelajar SMKN 1 Kecamatan Alasa Talumuzoi.
Menurut informasi dari polisi, korban terakhir terlihat pada Rabu, (13/ 05/2026), setelah ia berpamitan untuk pulang dari sekolah. Namun, karena ia tidak kunjung tiba di rumah, keluarganya mulai mencarinya dan melaporkan kejadian tersebut.
Setelah dua hari mencari, jasadnya ditemukan pada Jumat, (15/05/2026). Ia ditemukan oleh warga bersama keluarganya di aliran sungai kecil di kawasan perkebunan Dusun IV, Desa Hilina’a, Kecamatan Alasa Talumuzoi.
Kasatreskrim Polres Nias, AKP Sonifati Zalukhu, mengonfirmasi penemuan jenazah remaja tersebut. Di sekitar lokasi, petugas juga menemukan beberapa barang pribadi milik korban yang masih berada di aliran sungai.
“Jaket, sepatu, dan tas sekolahnya ditemukan di dekat lokasi penemuan jasadnya,” kata AKP Sonifati pada Sabtu, (16/05/ 2026).
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah AJZ adalah korban dari tindak kriminal atau ada penyebab lain.
Menunggu Hasil Autopsi
Polisi masih menunggu hasil autopsi resmi untuk mengungkap penyebab kematian remaja tersebut.
“Sekarang kami masih di lokasi kejadian melakukan penyelidikan. Untuk penyebab kematian korban, belum bisa dipastikan,” jelas Sonifati.
Polres Nias meminta masyarakat agar tidak membuat spekulasi liar atau menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
“Kasus ini sudah ditangani dengan serius. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada Polres Nias. Jika sudah ada kabar terbaru, tentu akan kami sampaikan ke publik,” tuturnya.
Ayah dan ibunya harus merantau jauh untuk mencari penghidupan, sehingga ia tinggal bersama kakek, nenek, dan adiknya di kampung.
Di tengah kesederhanaan, ia berusaha bersekolah demi masa depannya, tetapi takdir memanggilnya lebih awal. Kini, hanya tersisa tangisan tanpa henti, doa yang selalu terucap, serta rasa kehilangan yang mendalam.
Banyak warga yang merasa ada hal yang ganjil dan belum terjawab dalam kejadian ini.
Oleh karena itu, keluarga dan masyarakat sangat berharap agar pihak berwenang dapat menyelidiki dan mengusut tuntas peristiwa ini. Keadilan sangat dinanti, agar penyebab kepindahannya bisa terungkap jelas dan keluarga yang ditinggalkan bisa merasa tenang.
Semoga kisah ini menggerakkan hati kita semua untuk saling mendoakan dan menjaga satu sama lain.
Polisi masih menunggu hasil autopsi resmi untuk mengungkap penyebab kematian remaja tersebut.
“Sekarang kami masih di lokasi kejadian melakukan penyelidikan. Untuk penyebab kematian korban, belum bisa dipastikan,” jelas Sonifati.
Polres Nias meminta masyarakat agar tidak membuat spekulasi liar atau menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
“Kasus ini sudah ditangani dengan serius. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada Polres Nias. Jika sudah ada kabar terbaru, tentu akan kami sampaikan ke publik,” tuturnya.
Ayah dan ibunya harus merantau jauh untuk mencari penghidupan, sehingga ia tinggal bersama kakek, nenek, dan adiknya di kampung.
Di tengah kesederhanaan, ia berusaha bersekolah demi masa depannya, tetapi takdir memanggilnya lebih awal. Kini, hanya tersisa tangisan tanpa henti, doa yang selalu terucap, serta rasa kehilangan yang mendalam.
Banyak warga yang merasa ada hal yang ganjil dan belum terjawab dalam kejadian ini.
Oleh karena itu, keluarga dan masyarakat sangat berharap agar pihak berwenang dapat menyelidiki dan mengusut tuntas peristiwa ini. Keadilan sangat dinanti, agar penyebab kepindahannya bisa terungkap jelas dan keluarga yang ditinggalkan bisa merasa tenang.
Semoga kisah ini menggerakkan hati kita semua untuk saling mendoakan dan menjaga satu sama lain.
Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.
PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :

8 komentar