News - Aksi tawuran berdarah antar kelompok remaja terjadi di Jalan Ali Gatmir, tepat di depan kolam penampung air Kelurahan 10 Ilir, Kecamatan IT III, Palembang, pada Sabtu (09/05/2026) dini hari.
Dalam insiden ini, seorang remaja berinisial MI (14) menjadi korban karena terluka akibat senjata tajam pada bagian leher kiri di depan kolam penampung DAS setempat.
Kronologi Kejadian
Bentrokan dimulai sekitar pukul 02. 00 WIB, ketika dua kelompok orang yang diduga berasal dari daerah 14 Ilir dan 11 Ilir bertemu di tempat tersebut.
Keadaan tenang di pagi hari tiba-tiba berubah menjadi pertarungan saat kedua pihak saling menyerang dengan berbagai jenis senjata tajam, mulai dari celurit hingga bambu yang dimodifikasi dengan pisau di bagian ujungnya.
Saksi di lokasi, M. Arif Haikal (21) dan Ardiansyah (21), mengatakan bahwa perkelahian berlangsung sangat cepat di dekat pompa pencegah banjir DAS.
Di tengah keributan itu, MI terlihat terjatuh dan tergeletak di aspal jalan. “Pada saat itu, ada kelompok remaja yang berkelahi. Beberapa di antaranya membawa bambu dengan pisau di ujungnya. Tak lama setelah itu ada satu korban jatuh dan segera dibawa ke rumah sakit,” kata salah satu saksi yang tidak ingin disebutkan namanya dalam berita Tribunsumsel. com sebelumnya Sabtu (09/05/2026).
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, teman-teman MI terlihat panik saat mencoba membawanya yang sudah dalam keadaan lemas ke RS Pelabuhan Boom Baru, Palembang.
Tidak lama setelah itu, sekitar pukul 02. 10 WIB, anggota Polsek IT II tiba di lokasi, tetapi para pelaku tawuran sudah pergi.
Laporan Kepolisian
Ibu korban, Robiah (41), yang menerima kabar dari teman-teman anaknya, segera pergi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang untuk mencari keadilan.
Ia mengungkapkan bahwa putranya mengalami luka serius. “Saya mendapat kabar bahwa anak saya menjadi korban tawuran dari teman-temannya. Dia menderita luka tusuk di lehernya dan memar di sebelah kanan tubuhnya, lalu segera dibawa untuk mendapatkan perawatan,” jelas Robiah saat memberikan laporan.
Robiah berharap pihak kepolisian cepat menangkap pelaku yang telah menganiaya anaknya. “Oleh karena itu, Pak, saya melapor ke polisi agar pelaku cepat ditangkap,” tegasnya.
Menanggapi laporan tersebut, KA SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui anggotanya Hendra Yuswoyo memastikan bahwa pihaknya sedang menyelidiki kasus ini dan sudah memiliki satu identitas yang diduga terlibat.
“Laporan sudah diterima dan akan segera kami teruskan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk penyelidikan lebih lanjut,” tutupnya.
Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.
PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :

14 komentar
2. dri bnyknya pelaku (tman yg apes) yg peduli/mau/nyoba bantu cuman 2 (jaket biru & yg punya mtr) itu baru namanya tmen wlpun caranya salah (ikut twuran)