Korban yang diketahui bernama GS, berusia 77 tahun, berasal dari Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Insiden ini terjadi di sekitar jalur rel KM 438+800/900. Saat kejadian, Kereta Arjuna Express 66F yang sedang dalam perjalanan dari Malang menuju Surabaya melintasi tempat itu.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh Andreas, penjaga palang pintu kereta di bawah flyover, setelah mendengar informasi dari masyarakat bahwa ada orang yang tertabrak kereta. Bersama dengan saksi lain, ia segera menuju tempat kejadian dan menemukan korban sudah terbaring di sisi timur rel dalam keadaan meninggal.
Peristiwa itu lalu dilaporkan ke Polsek Blimbing. Tim gabungan dari Polsek Blimbing, Unit Identifikasi Polresta Malang Kota, dan tim evakuasi serta ambulans kemudian datang ke lokasi untuk menyelidiki dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, mengonfirmasi terjadinya insiden tersebut. Dari hasil pemeriksaan di lokasi dan rekaman CCTV, korban diduga dengan sengaja berada di rel sebelum kereta melintas.
“Berdasarkan hasil penyelidikan di lokasi, termasuk rekaman CCTV, diduga korban memang sengaja berbaring di rel. Namun, penyidik masih akan mendalami lebih lanjut untuk memastikan urutan kejadian,” ucap Lukman.
Ia juga menambahkan bahwa tidak ada tanda-tanda tindakan kriminal lain di tempat kejadian. Jenazah korban telah dibawa ke RSSA Malang untuk pemeriksaan medis.
“Jenazah sudah dievakuasi ke RSSA untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami sedang berkoordinasi dengan pihak keluarga dan terus melengkapi proses penyelidikan sesuai prosedur yang berlaku,” tambahnya.
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur kereta api karena berbahaya bagi keselamatan. Kawasan itu merupakan area terbatas yang hanya untuk keperluan operasional kereta.
Di tempat terpisah, Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan bahwa masinis menghentikan kereta sejenak setelah kejadian untuk memastikan keselamatan rangkaian kereta dan lokomotif.
“Sesuaikan dengan prosedur keselamatan, kereta berhenti sejenak untuk pemeriksaan. Setelah dipastikan aman, perjalanan dilanjutkan,” jelas Mahendro.
Ia juga menyatakan bahwa proses pemeriksaan menyebabkan kereta Arjuna Ekspres 66F terlambat sekitar dua menit dari jadwal perjalanan.
Mahendro menyampaikan rasa sympathinya atas kejadian tersebut. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak memasuki atau melakukan aktivitas di area jalur kereta, karena ini adalah zona terlarang yang diperuntukkan bagi operasional kereta api.
“Kami merasa prihatin atas kejadian ini. Kami menghimbau masyarakat untuk tidak berada di area sekitar rel kereta api demi keselamatan dan untuk menghindari gangguan pada perjalanan kereta,” tutupnya.
Peringatan ! dilarang keras untuk meniru aksi ini dimanapun anda berada, bila anda merasa depresi cobalah pergilah ke pisikiater / pisikolog untuk mengobatinnya, sekali lagi informasi ini tidak ditujukan untuk melakukan hal tersebut.
Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.
PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :


1 komentar