r0KeU5oSmyKqwKizJNrjhU8bDpDd2EMCTD9hyh6V
Bookmark

Kasus! Remaja Perempuan Ditemukan Tewas Terbakar di Nabire - Papua


News - Warga Kelurahan Waroki, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas dalam kondisi mengalami luka bakar di Jalan Poros Waroki, Kamis (30/07/2026) sekitar pukul 20.00 WIT.

Korban diketahui berinisial CK dan masih remaja. Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepasang sandal warna krem, satu potong kayu, satu sandal sebelah kiri warna hitam, serta satu botol air mineral berukuran 1 liter yang beraroma minyak tanah.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga, Iyas Yetai, yang baru kembali dari Kota Nabire. Saat melintasi Jalan Poros Waroki, ia sempat melihat sebuah sepeda motor diduga jenis matik berwarna merah atau merah-perak terparkir di sekitar lokasi. Setelah tiba di rumahnya, ia melihat kobaran api dari arah lokasi yang baru saja dilaluinya.
“Saya kembali ke lokasi karena mengira terjadi kebakaran. Saat tiba di sana, saya melihat seorang perempuan dalam kondisi terbakar dan tidak bergerak, sehingga saya langsung meminta bantuan kepada dua rekan,” ujar Iyas Yetai.

Mendengar teriakan minta tolong, Lukas Orari bersama warga lainnya mendatangi lokasi. Namun, ia mengaku tidak berani mendekati korban untuk memadamkan api karena khawatir dicurigai sebagai pelaku.

“Saya memilih segera melaporkan kejadian tersebut kepada anggota kepolisian yang berada di Pos PLTMG agar dapat segera ditangani,” kata Lukas.

Saat ini, kasus penemuan mayat tersebut telah ditangani Polres Nabire dan masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap identitas korban, penyebab kematian, serta memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
(Foto : Terduga Pelaku)
Remaja berinisial A (14) di Nabire, Papua Tengah, membakar mantan pacarnya, CK (15), hingga tewas. Peristiwa itu diduga terjadi karena A takut CK mengadu bahwa mereka pernah berhubungan intim.

Minggu (02/08/2026), Wakapolres Nabire Kompol Piter Kendek mengatakan korban dan pelaku sempat menjalin hubungan pacaran pada Mei 2026. Keduanya sempat melakukan hubungan layaknya suami istri di salah satu penginapan.

Pada Juni, pelaku memutuskan hubungan dengan korban karena dekat dengan perempuan lain di sekolah. Korban yang tidak terima kemudian mengatakan akan membongkar perbuatan mereka berdua ke orang tua pelaku.

"Korban mengancam pelaku bahwa akan menyampaikan ke orang tua pelaku di mana pelaku sudah pernah melakukan hubungan badan dengan korban," kata Piter.

Singkat cerita, A takut perbuatannya diketahui orang tuanya. Dia kemudian berkomunikasi lagi dengan CK.

"Pelaku sudah merasa ketakutan sehingga dari situ timbul niat pelaku untuk membunuh korban. Pelaku dengan korban kembali komunikasi melalui chatting WhatsApp saat itu korban meminta dengan pelaku bisa ketemu yang terakhir," ujarnya.

Pelaku membawa satu botol minyak tanah dan pisau dapur di jok motor saat bertemu korban. Pelaku awalnya berniat menikam korban namun gagal hingga korban lari ketakutan.

"Selanjutnya pelaku menyuruh korban untuk naik motor namun korban tidak mau dan mengatakan buang pisau baru saya ikut, kemudian pelaku kembali membuka jok dan membuang pisau jauh dari dirinya," ujarnya.

Korban kemudian menuruti pelaku karena melihat pisau sudah dibuang. Ternyata pelaku mendorong korban ke arah semak-semak hingga terjatuh lalu dicekik korban sampai tidak berdaya.

"Karena merasa korban sudah tak berdaya selanjutnya pelaku mengambil minyak tanah di dalam jok motor lalu menyiram dari kepala sampai ke kaki, setelah menyiram minyak tanah selanjutnya pelaku membakar rambut korban menggunakan korek gas yang juga sudah disiapkan sebelumnya," ungkap Piter.

Mayat korban kemudian ditemukan di Jalan Waroki, dekat Pantai Naikere, Kabupaten Nabire pada Kamis (30/07/2026), sekitar pukul 20.00 WIT. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku. Pelaku dijerat pasal pembunuhan berencana.

Luangkan waktu sebentar, mari kita do'a kan untuk korban agar diterima di sisi-Nya, serta untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi masa duka.

Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.

PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :
11 komentar

11 komentar

Dilarang! Berkomentar Rasis
  • Anonim
    Anonim
    22 Agustus 2026 pukul 10.19
    "pelaku memutuskan hubungan dengan korban karena dekat dengan perempuan lain di sekolah." Lah pelaku cowo, trus korbannya cewe lesbi apa sesama cowo?
    • Anonim
      Anonim
      18 September 2026 pukul 04.25
      Nah gitu kalo bego tunjukin jangan di pendem sendiri
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    5 Agustus 2026 pukul 23.03
    Tolong lah anjing, ini kasus harus di up, cari pelakunya, jangan mentang2 anak polisi lo sekùa takut buat tangkep tuh anak anjing
    • Anonim
      Anonim
      8 Agustus 2026 pukul 09.33
      biarin aja biar mampus makanya jangan ngewe diluar nikah
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    5 Agustus 2026 pukul 02.09
    Culun amat si goblok takut di aduin ke ortu sendiri gara2 pernah ngentot. Mampus aja lu sekarang giliran lu di entod bergilir di dalem anak anjing dongo
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    5 Agustus 2026 pukul 00.40
    Anjirr gw umur 24 aja belum pernah ngen apa lagi punya pacar
    • Anonim
      Anonim
      15 September 2026 pukul 22.54
      Gay lu bang🗿
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    5 Agustus 2026 pukul 00.15
    Anjing gosong
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    4 Agustus 2026 pukul 23.41
    Jika hukum gak bisa di berlakukan, jadi jangan salah kami main hakim sendiri kayak maling ayam yg viral kemaren. Katanya anak nya bebas gara gara bapaknya kepala disana, dia pikir kalau si anak bebas bakalan aman????? Tandai pelaku guys, kalau ketemu di sekolah keroyok aja rame rame. Jangan takut sama polisi, karna kalian dilindungi sama hukum perlindungan anak. Semoga opm dapat memburu orang ini, beserta keluarganya.
    • Anonim
      Anonim
      5 Agustus 2026 pukul 23.04
      Amin
    • Anonim
      Anonim
      18 Agustus 2026 pukul 01.19
      Amin ,semoga pelaku di hukum seberat2nya juga
    Reply