Korban diketahui berinisial CK dan masih remaja. Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepasang sandal warna krem, satu potong kayu, satu sandal sebelah kiri warna hitam, serta satu botol air mineral berukuran 1 liter yang beraroma minyak tanah.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga, Iyas Yetai, yang baru kembali dari Kota Nabire. Saat melintasi Jalan Poros Waroki, ia sempat melihat sebuah sepeda motor diduga jenis matik berwarna merah atau merah-perak terparkir di sekitar lokasi. Setelah tiba di rumahnya, ia melihat kobaran api dari arah lokasi yang baru saja dilaluinya.
“Saya kembali ke lokasi karena mengira terjadi kebakaran. Saat tiba di sana, saya melihat seorang perempuan dalam kondisi terbakar dan tidak bergerak, sehingga saya langsung meminta bantuan kepada dua rekan,” ujar Iyas Yetai.
Mendengar teriakan minta tolong, Lukas Orari bersama warga lainnya mendatangi lokasi. Namun, ia mengaku tidak berani mendekati korban untuk memadamkan api karena khawatir dicurigai sebagai pelaku.
“Saya memilih segera melaporkan kejadian tersebut kepada anggota kepolisian yang berada di Pos PLTMG agar dapat segera ditangani,” kata Lukas.
Saat ini, kasus penemuan mayat tersebut telah ditangani Polres Nabire dan masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap identitas korban, penyebab kematian, serta memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
![]() |
| (Foto : Terduga Pelaku) |
Minggu (02/08/2026), Wakapolres Nabire Kompol Piter Kendek mengatakan korban dan pelaku sempat menjalin hubungan pacaran pada Mei 2026. Keduanya sempat melakukan hubungan layaknya suami istri di salah satu penginapan.
Pada Juni, pelaku memutuskan hubungan dengan korban karena dekat dengan perempuan lain di sekolah. Korban yang tidak terima kemudian mengatakan akan membongkar perbuatan mereka berdua ke orang tua pelaku.
"Korban mengancam pelaku bahwa akan menyampaikan ke orang tua pelaku di mana pelaku sudah pernah melakukan hubungan badan dengan korban," kata Piter.
Singkat cerita, A takut perbuatannya diketahui orang tuanya. Dia kemudian berkomunikasi lagi dengan CK.
"Pelaku sudah merasa ketakutan sehingga dari situ timbul niat pelaku untuk membunuh korban. Pelaku dengan korban kembali komunikasi melalui chatting WhatsApp saat itu korban meminta dengan pelaku bisa ketemu yang terakhir," ujarnya.
Pelaku membawa satu botol minyak tanah dan pisau dapur di jok motor saat bertemu korban. Pelaku awalnya berniat menikam korban namun gagal hingga korban lari ketakutan.
"Selanjutnya pelaku menyuruh korban untuk naik motor namun korban tidak mau dan mengatakan buang pisau baru saya ikut, kemudian pelaku kembali membuka jok dan membuang pisau jauh dari dirinya," ujarnya.
Korban kemudian menuruti pelaku karena melihat pisau sudah dibuang. Ternyata pelaku mendorong korban ke arah semak-semak hingga terjatuh lalu dicekik korban sampai tidak berdaya.
"Karena merasa korban sudah tak berdaya selanjutnya pelaku mengambil minyak tanah di dalam jok motor lalu menyiram dari kepala sampai ke kaki, setelah menyiram minyak tanah selanjutnya pelaku membakar rambut korban menggunakan korek gas yang juga sudah disiapkan sebelumnya," ungkap Piter.
Mayat korban kemudian ditemukan di Jalan Waroki, dekat Pantai Naikere, Kabupaten Nabire pada Kamis (30/07/2026), sekitar pukul 20.00 WIT. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku. Pelaku dijerat pasal pembunuhan berencana.
Luangkan waktu sebentar, mari kita do'a kan untuk korban agar diterima di sisi-Nya, serta untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi masa duka.
Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.
PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :


11 komentar