r0KeU5oSmyKqwKizJNrjhU8bDpDd2EMCTD9hyh6V
Bookmark

Kasus! Baby Love - Haiti


Criminal - PORT-AU-PRINCE, HAITI — 8 September 2026 — Polisi Nasional Haiti (PNH), melalui Direktorat Pusat Kepolisian Yudisial (DCPJ), memperluas penyelidikan atas pembunuhan seorang perempuan yang dikenal dengan nama “Baby Love” setelah rekaman kekerasan terhadap korban beredar luas di media sosial.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa aparat Haiti kini menerbitkan dua pemberitahuan pencarian terhadap Esther Thomas alias “Nice B” dan Darlens Duclona alias “Enspektè Tèt Kale”. Keduanya dicari atas dugaan keterlibatan dalam perkara yang mencakup pembunuhan, percobaan pembunuhan, dan konspirasi melakukan tindak pidana.

Berawal dari video yang beredar di media sosial
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang memperlihatkan serangan terhadap seorang perempuan menyebar di berbagai platform media sosial.

Sejumlah media Haiti mengaitkan lokasi kejadian dengan wilayah Croix-des-Bouquets, kawasan yang diketahui menghadapi aktivitas kelompok bersenjata, termasuk kelompok yang disebut 400 Mawozo. Namun, sejumlah rincian mengenai kronologi dan motif pembunuhan masih harus dibuktikan melalui penyelidikan resmi.

Korban dalam pemberitaan setempat disebut dengan nama panggilan “Baby Love”. Identitas lengkap korban serta sejumlah detail pribadi yang beredar di media sosial belum dikonfirmasi secara independen.

Esther Thomas menjadi buronan
Pada 5 September 2026, Kejaksaan Croix-des-Bouquets meminta aparat kepolisian untuk mencari dan menangkap Esther Thomas alias “Nice B” sehubungan dengan penyelidikan pembunuhan Baby Love.
(akun yang bersakutan dengan Nice B)
Dokumen tersebut ditandatangani oleh jaksa pemerintah Guy Alexis dan ditujukan kepada sejumlah struktur kepolisian, termasuk DCPJ serta kepolisian wilayah Tabarre. Setelah itu, DCPJ menerbitkan pemberitahuan pencarian terhadap Thomas. 

Pemberitahuan tersebut menyebut dugaan tindak pidana berupa pembunuhan, percobaan pembunuhan, dan asosiasi kriminal. Polisi juga menggambarkan Thomas sebagai orang yang dianggap berbahaya dan bersenjata.

Namun, status tersebut merupakan dugaan dalam proses penyidikan dan bukan putusan bersalah.
Polisi kemudian mencari Darlens Duclona

Perkembangan berikutnya terjadi pada 7 September 2026, ketika nama Darlens Duclona, yang dikenal sebagai “Enspektè Tèt Kale”, juga masuk dalam daftar pencarian aparat.

Media Haiti Le Nouvelliste melaporkan bahwa PNH menerbitkan dua pemberitahuan pencarian terhadap Thomas dan Duclona dalam perkara Baby Love.

Laporan lain menyebut Duclona dicari dalam perkara yang sama berdasarkan permintaan Kejaksaan Croix-des-Bouquets.

Sejumlah klaim masih belum terverifikasi
Berbagai versi mengenai motif dan kronologi pembunuhan telah beredar di media sosial. Ada klaim bahwa korban dibawa ke hadapan kelompok bersenjata setelah mengunggah foto atau materi yang berkaitan dengan Esther Thomas.

Namun, klaim mengenai motif tersebut belum seluruhnya dikonfirmasi secara independen.

Begitu pula dengan sejumlah informasi mengenai kondisi korban, termasuk klaim mengenai kehamilan dan rincian kematian. Informasi tersebut belum didukung oleh bukti yudisial yang dipublikasikan secara resmi. Media Haiti juga memperingatkan bahwa konteks sebenarnya dari video masih menjadi bagian dari penyelidikan.

Penyelidikan masih berlangsung
Dengan diterbitkannya pemberitahuan pencarian terhadap dua orang, kasus Baby Love kini memasuki tahap penyelidikan yang lebih serius. Aparat Haiti berupaya menemukan Esther Thomas dan Darlens Duclona untuk dimintai keterangan serta diproses sesuai hukum.

Sampai laporan terbaru yang saya temukan, belum ada informasi terverifikasi bahwa Esther Thomas atau Darlens Duclona telah ditangkap. Le Nouvelliste pada 7 September masih menyebut keduanya sebagai orang yang dicari polisi.

Kasus ini juga menunjukkan bagaimana rekaman kekerasan yang tersebar di media sosial dapat menjadi petunjuk dalam penyelidikan kriminal, tetapi sekaligus memunculkan banyak informasi yang belum terverifikasi.

Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.

PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :
2 komentar

2 komentar

Dilarang! Berkomentar Rasis
  • Anonim
    Anonim
    9 September 2026 pukul 18.55
    ngeri uy
    Reply
  • Anonim
    Anonim
    9 September 2026 pukul 17.08
    Sadis sekali
    Reply