r0KeU5oSmyKqwKizJNrjhU8bDpDd2EMCTD9hyh6V
Bookmark

Lecet dikit! Pengendara Skuter Tabrak Pagar Rumah - Belanda


Incident - Sebuah kecelakaan tunggal yang melibatkan seorang pengendara skuter terjadi di kawasan permukiman St. Willebrord pada Selasa (15/9/2020) sore. Meski mengalami luka serius setelah menabrak pagar sebuah rumah, pengendara tersebut justru menolak mendapatkan pertolongan medis maupun bantuan dari pihak kepolisian.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 16.02 waktu setempat. Berdasarkan rekaman kamera pengawas milik warga, skuter melaju dengan kecepatan tinggi di atas trotoar sebelum kehilangan kendali. Kendaraan tersebut sempat menghantam tembok rendah, lalu berhenti setelah menghantam pagar kebun sebuah rumah.

Penghuni rumah yang saat itu sedang menonton televisi mengaku terkejut mendengar suara benturan keras.

"Tiba-tiba saya melihat skuter melaju sangat kencang. Pengendaranya langsung terjatuh dan mulai berteriak sangat keras," ujar seorang warga berusia 33 tahun yang menjadi saksi kejadian.

Ia mengatakan kecelakaan tersebut berlangsung sangat cepat dan terdengar begitu keras sehingga membuat dirinya dan pasangannya syok.

Tak lama setelah kecelakaan terjadi, seorang pengendara mobil yang berada di lokasi langsung menghubungi nomor darurat 112. Namun, korban justru berteriak menolak seluruh bentuk bantuan.

"Tidak ada bantuan! Saya tidak mau ambulans, polisi, atau apa pun!" teriak pria tersebut berulang kali.

Menurut saksi, pria itu tampak mengalami luka cukup serius. Celana pendek yang dikenakannya robek dan dipenuhi darah. Meski demikian, ia bersikeras meninggalkan lokasi kejadian.

Pengemudi mobil yang menghubungi layanan darurat mengaku hampir bertabrakan dengan skuter tersebut. Ia mengatakan pengendara skuter berusaha menyalip kendaraan lain hingga kehilangan kendali.

"Dia benar-benar melaju sangat cepat. Saya harus membanting setir untuk menghindarinya," kata saksi kepada penghuni rumah.

Sekitar 500 meter dari lokasi kecelakaan, kondisi korban semakin memburuk akibat kehilangan banyak darah. Sejumlah warga akhirnya memberikan pertolongan darurat dengan membalut luka di kakinya menggunakan kantong plastik sebelum membawanya ke unit gawat darurat di Rumah Sakit Roosendaal.

Saat polisi tiba di lokasi, pengendara skuter sudah tidak berada di tempat. Yang tersisa hanyalah kendaraan yang rusak akibat benturan.

Juru bicara kepolisian, Alwin Don, mengatakan petugas sempat mendatangi rumah sakit untuk menemui korban. Namun, polisi tidak dapat meminta keterangan karena aturan privasi pasien.

"Kami masih berupaya mengidentifikasi siapa yang terlibat. Penyelidikan menjadi lebih sulit karena pengendara meninggalkan lokasi dan menolak memberikan keterangan. Kami sudah memiliki seseorang yang kami curigai," ujarnya.

Dalam olah tempat kejadian perkara, penghuni rumah menemukan beberapa barang mencurigakan di halaman depan, termasuk pecahan skuter serta tiga bungkus berisi bubuk putih yang diduga narkotika. Polisi juga tidak menemukan pelat nomor maupun stiker asuransi pada skuter tersebut.

Selain itu, dua kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan. Halaman rumah dan trotoar juga dipenuhi bercak darah akibat kecelakaan tersebut.

Pasangan penghuni rumah telah menyerahkan rekaman kamera pengawas kepada polisi sebagai barang bukti. Mereka menegaskan tidak pernah berniat menyebarkan video tersebut ke media sosial.

"Kami hanya mengirimkannya kepada satu orang, tetapi entah bagaimana akhirnya tersebar di internet. Kami sama sekali tidak menginginkan hal itu," ujar penghuni rumah.

Sejak rekaman itu viral, banyak orang berdatangan ke lokasi kejadian. Kondisi tersebut membuat pasangan tersebut merasa tidak nyaman sehingga meminta aparat meningkatkan patroli di sekitar rumah mereka.

Mereka juga berencana membuat laporan resmi kepada polisi atas kerusakan yang ditimbulkan. Selain pagar yang bergeser dan beberapa tiang yang bengkok, dua mobil mengalami kerusakan akibat kecelakaan tersebut.

Meski kerugian material cukup besar, pasangan itu mengaku bersyukur tidak ada korban jiwa.

"Kami tidak ingin membayangkan jika dia terjatuh dengan posisi yang lebih buruk. Kejadiannya bisa saja berakhir jauh lebih tragis," kata penghuni rumah.

Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.

PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :
1

1 komentar

Dilarang! Berkomentar Rasis
  • Anonim
    Anonim
    3 Agustus 2026 pukul 20.21
    aowkwk thumbnail nyengir
    Reply