"Tim Koops TNI Habema telah mengangkut dua mayat korban ke RSUD Dekai untuk identifikasi sebelum diserahkan ke keluarganya," ujar Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga dalam pernyataannya, Jumat (24/7/2026).
Tim Koops TNI Habema mengambil kedua mayat tersebut di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Yahukimo, pada Kamis (23/7). Anggota TNI masih melakukan pencarian untuk menemukan satu korban lagi.
"Saat ini, seorang wanita dari Suku Unaukam masih dalam tahap pencarian dilakukan oleh tim gabungan," tambah Yudha.
Yudha menerangkan, tindakan ini dilakukan dengan melibatkan beberapa anggota yang terbagi dalam tugas evakuasi dan pengamanan. Proses pengangkutan berlangsung dengan penuh drama.
"Evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati karena kondisi medan pegunungan, cuaca, aliran sungai dan situasi keselamatan yang masih berisiko," jelasnya.
Pada saat itu, mayat diketahui sudah berada di bawah Jembatan Kali Ahom, tidak jauh dari Jalan Trans Papua di mana penembakan terjadi. Proses evakuasi berlangsung dalam situasi yang penuh drama.
"Saat tim evakuasi menuju lokasi, OPM tertangkap dan terjadi baku tembak dengan kelompok yang ada di sekitar lokasi," ujarnya.
Meskipun begitu, anggota Koops TNI Habema tetap fokus pada keselamatan tim dan memastikan evakuasi tetap berjalan. Situasi dapat dikendalikan hingga kedua mayat berhasil diangkat.
"Berdasarkan informasi dari lapangan, seorang yang diduga anggota OPM dilaporkan tewas, sementara semua anggota TNI menyelesaikan operasi tanpa mengalami cedera," kata Yudha.
Sementara itu, Letkol Inf M Wirya Arthadiguna dari Koops TNI Habema menegaskan bahwa evakuasi ini menunjukkan kepedulian negara terhadap setiap warga yang mengalami kekerasan. Koops TNI Habema berkomitmen untuk memastikan perlindungan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tugas.
"Bersama masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan, Koops TNI Habema akan terus menjaga stabilitas keamanan untuk mewujudkan Papua yang aman, damai, dan makmur," tegas Yudha.
Diketahui, OPM menembak mati tiga warga sipil di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Yahukimo, pada Senin (20/7). Para penembak adalah OPM yang dipimpin oleh Kopitua Heluka.
"Korban terdiri dari sepasang suami istri, Kumis Kogoya dan istrinya, serta seorang wanita dari Suku Unaukam. Hingga kini, identitas lengkap dan kronologi kejadian masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang," ujar Wirya.
Peringatan ! Jangan ditiru tindakan/perilaku yang tidak di benarkan tersebut.
PERINGATAN! (konten grafis 18+)
Berikut Rekaman Videonya :


1 komentar